
Gunung Gunung Dukono kembali mengalami erupsi yang menarik perhatian masyarakat pada awal Mei 2026. Gunung api yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara ini mengeluarkan abu vulkanik cukup tebal ke udara. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan yang memang dikenal aktif secara vulkanik dan sering mengalami aktivitas erupsi dalam beberapa tahun terakhir.
Erupsi terjadi pada pagi hari ketika pos pengamatan gunung api mendeteksi peningkatan aktivitas vulkanik. Abu erupsi terlihat membumbung tinggi hingga beberapa kilometer dan terbawa angin ke wilayah sekitar. Akibatnya, warga yang tinggal di dekat lereng gunung diminta untuk menggunakan masker agar terhindar dari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.
Pihak petugas vulkanologi dan pemerintah daerah segera memberikan peringatan kepada masyarakat mengenai bahaya erupsi. Mereka meminta warga untuk tidak mendekati kawah dalam radius tertentu demi keselamatan bersama. Selain itu, penerbangan di sekitar wilayah Maluku Utara juga terus dipantau untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan pesawat akibat sebaran abu vulkanik.
Penyebab terjadinya erupsi Gunung Dukono adalah aktivitas magma di dalam perut bumi yang terus bergerak menuju permukaan. Tekanan gas dan material panas dari dalam gunung membuat letusan terjadi secara berkala. Gunung Dukono sendiri termasuk salah satu gunung api paling aktif di Indonesia sehingga aktivitasnya selalu diawasi oleh petugas pemantau gunung api.
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono diimbau tetap tenang namun waspada menghadapi situasi ini. Pemerintah juga menyiapkan langkah penanganan jika sewaktu-waktu aktivitas gunung meningkat lebih besar. Dengan kerja sama antara warga dan petugas, dampak erupsi diharapkan dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga.




